Senin, 23 April 2012

Menuju Hidup dengan Berbelas Kasih


Di Muat Bisnis Indonesia
22, April 2012
 
Judul Buku:Compasion:12 Langkah Menuju Hidup Berbelas Kasih
Penulis:  Karen Amstrong
Penerbit: Mizan
Tahun: 1, 2012
Tebal: 243 halaman
Harga:RP 39.000


Siapa orang yang tidak ingin hidup damai dan penuh kasih antar sesamanya? Kehidupan manusia saat ini, mudah sekali di warnai dengan berbagai tindakan konyol. Bahkan, kurang menghargai peri kemanusiaaan dan cenderung berbuat semau hati. Misal saja, memperlakukan orang lain lebih rendah. Tentunya berseberangan dengan ajaran agama yang menuntut seseorang untuk berbuat saling asih-mengasihi dalam banyak hal. Bukankah, semua orang di hadapan Tuhan itu sama terkecuali ketakwaannya?
Walaupun semua agama sudah mengajarkan ajaran belas kasih kepada pemeluknya, nampaknya masih saja belum di praktekan dengan baik.  Penting sekiranya, saat ini bagi siapa saja di muka bumi untuk membangun sebuah komunikasi global yang di dalamnya semua orang dapat hidup bersama saling menghormati satu sama lain. Tanpa memandang embel-embel agama, suku, ras, dan etnis. Sehingga kehidupan  bermasyarakat yang harmonis dapat tercipta.
Karen Amstrong lewat buku terbarunya ini, mengajak kepada kita untuk memetik inti dari ajaran semua agama yakni “Belas Kasih”. Ada 12 Langkah menuju hidup berbelas kasih yang hendak diperkenalkannya. Pertama, Belajar Tentang Belas Kasih, Bagaimana Seharusnya kita berbicara dengan sesama, Kepedulian untuk Semua, dll. Dengan memperaktekan ajaran belas kasih dalam kehidupan, di harapkan semua orang akan merasa terasa terangkat harkat dan maratabatnya dalam pergaulan.
Menurut Karen Amstrong, menempatkan diri kita dalam posisi orang lain, untuk merasakan penderitannya seolah-olah itu adalah penderitaan sendiri, dan secara murah hati masuk kedalam sudut pandangnya menjadikan sebuah penawar bagi masalah yang di hadapi semua orang di zaman ini. Hal itu, juga sebagaimana prinsip ajaran Guru Bijak Konfusius(551-479 SM)”jangan kau lakukan kepada orang lain apa-apa yang kau tidak ingin mereka lakukan kepadamu.”(hal, 15)
Apapun alasanya, demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya, seseorang tetap tidak di perkenankan tidak memperdulikan sesamanya terlebih kepada saingannya. Sebagaimana, perbuatan belas kasih yang pernah di praktikan oleh Nabi Muhamad Saw dalam menyebarkan ajaran Islam. Untuk melawan keangkuhan kaum Jahiliyah dengan cara melestarikan nilai-nilai kemansiaan seperti kebebasan. Sehingga ajaranya dapat di terima oleh umat manusia.
Semesetinya, tradisi belas kasih harus di terapkan oleh seseorang dalam kehidupan sosial. Mengingat, belas kasih merupakan sesuatu yang alami bagi manusia. Sekaligus pemenuhan watak manusiawi untuk menyisihkan ego kita kedalam tenggang rasa yang secara konsisten terhadap orang lain. Tak dapat dibayangkan, jika diri kita terprogram untuk mengejar kepentingan kita sendiri tanpa peduli apapun kepada orang lain. Bukankah, kita semua juga makhluk yang sempurna?
Untuk itulah belajar hidup berbelas kasih menjadi penting dalam kehidupan. Terlebih, di tengah kondisi kehidupan manusia saat ini yang semakin gila dengan duniwai. Seperti, gila jabatan, rakus, tamak dll. Buku ini, memberikan wejangan kepada para pembaca supaya berlatih untuk melatih kembali respon kita dan membentuk kebiasaan mental yang ramah, lemah, lembut, dan tidak di warnai ketakutan pada orang lain. Sehingga proses itu akan menjadi kebiasaan seumur hidup.
Dengan hdiup berbelas kasih antar sesama kehidupan yang harmonis akan tercipta. Diri kita juga akan belajar mengenai tuntunan syaraf otak dan persyaratan tradisi kita. Dalam buku ini, Karen Amstrong juga merekomendasikan kepada pembaca untuk mencari bacaan lebih lanjut yang bisa membantu Anda memperluas pengetahuan tentang tradisi Anda sendiri dan orang lain. Akhirnya, layaklah buku ini untuk di baca oleh siapa saja.
Peresensi Ahmad Faozan, Ketua Himpunan Mahasiswa Santri Alumni KeluargaTebuireng, Yogyakarta



Kamis, 12 April 2012

Ulama Pengutuk Terorisme

Dimuat Analisisnews.com
13 April 2012
 
Judul Buku            : Islam “Mahzab” Fadlullah
Penulis                  : Husaein Jafar Al Hadar
Penerbit                 : Mizania
Tahun                    : 1, Agustsus 2011
Tebal                      : 278 halaman
Harga                     : Rp.49.000,--




Dunia Islam saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai persoalan-persoalan global. Seperti, terorisme, perpecahan antar kelompoak, kemiskinan dll. Peran para pemuka agama dalam membina umatnya penting dilakukan. Sehingga, umat Islam dalam mensikapi isu-isu global dapat ditanggapi dengan kedewasaan. Dan, menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam dalam kehidupan beragama dan berbangsa amat menjadi penting.

Masih banyaknya umat beragama”Islam” beribadah bukan karena kesadaran diri melainkan faktor tradisi dari keturunan ayah, kakek, dan nenek moyangnya. Menjadikan, pesan-pesan ilahi kurang di pahami secara mendalam. Akhirnya, banyak ayat-ayat suci di jadikan legitimasi untuk berjihad melawan umat Islam yang tidak sepaham  maupun yang tak seiodeologi dengannya. Untuk itulah, mempelajari agama dengan sungguh-sungguh menjadi sebuah keharusan.

Buku ”Islam Mahzab Fadlullah” karya Husein Ja’far Al Hadar ini, merangkum sekian pandangan Fadlullah tentang Islam. Fadllulah merupakan salah sati tokoh penyeru kedamaian dunia. Sekaligus, tokoh gerakan Islam timur “Hezbullah”. Menurutnya, masih banyak umat Islam yang kurang memahami dan menghayati ajaran Islam juga membuat mentalitas umat Islam mudah di obok-obok terutama oleh Barat.

Dalam hal ini, Fadlulah menyeru kepada umat  Islam untuk merespon segala isu yang berkembang terutama berbau agama”Islam” dengan intelektualitas objektif, bukan melalui naluri emosional, supaya umat Islam tidak terjebak pada sikap apapgetic dan emosional. Sebagai ulama, Ia pun mengutuk berbagai tindakan terorisme. Pasalnya, gerakan mengibarkan jihadisasi dimana-mana, berujung pada rakyat kecil yang sering menjadi korbannya. Seharusnya, umat Islam bersikap dewasa.

Barat yang kerap melakukan legitimasi dan slogan-slogan tentang demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia dll. Pada intinya, hanya bertujuan mengkerdilkan umat Islam. Fadlullah, juga sangat menentang gerakan Taliban yang berbasis anarkisme. Karena, melanggar nilai-nilai dasar Islam namun perlu untuk di luruskan.  Bukankah, Islam sangat menentang tindakan anarkisme?

Rendahnya kesadaran umat beragama”Islam”, akan ajaran agamanya menjadi salah satu kelemahan yang harus di benahi. Mengingat, perbedaan kelompok semisal sunni-syiah di internal Islam sendiri kerap menciptakan ketidakharmonisan. Apalagi, dengan kelompok-kelompok berpaham radikal. Penting sekiranya, menguatkan hubungan emosional antar umat Islam dimanapun berada.

Sehingga, dapat meniptakan kedewasaan serta membantu umat Islam untuk tidak mudah terprofokasi oleh berbagai isu global seperti terorisme. Menegakan agama Tuhan dengan jalan kekerasan merupakan suatu tindakan yang ironis. Dan tidak semestinya dilakukan oleh umat Islam. Peran para ulama sebagai pengayom umat amat dibutuhkan dalam hal ini. Dengan cara itu pula, berbagai kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam dimanapun dapat diminimaslir.

Dalam buku ini, Jafar juga memasukan pemikiran Fadlullah tentang masalah wanita. Ia, hadir sebagai ulama “modernis” dengan suara yang berbeda. Menurutnya, “wanita dalam kaca mata negara Islam kerap di campakan karena kultur sosial “bukan Islam yang menjadi sumber rasa malu pria jika hendak melakukan pekerjaan rumah tangga!”.(hal 110) Hal itu, di dasari pada visi Muhamad Saw saat mendakwahkan Islam yakni, mengangkat umat manusia dari zaman  “kegelapan” (dhuzulumat) menuju “cahaya”(nur). Tanpa, memandang lelaki maupun perempuan dalam lingkup keluarga maupun sosial.

Selain itu, juga membahas masalah Islam yang ada di Indonesia. Menurut Fadlulah, Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. Karenanya, begitu penting untuk menjadi perhatian bagi setiap ulama untuk memajukan Islam. (hal,196) mengingat, Indonesia memiliki daya tawar politik yang mahal dalam percaturan politik di dunia.

Buku bertajuk Islam Mahzab Fadlulah ini, pada intinya mengajak kepada para pembaca untuk berdamai, merangkul, dan bersaudara dengan kalangan siapa saja termasuk non Muslim. Sebab, perbedaan bukan lantas menghalalkan segala cara untuk membenci ataupun memusuhinya.
*)Ahmad Faozan, Ketua Himasakti Tebuireng, Yogyakarta.

Sabtu, 24 Maret 2012

Menguliti Gurita Korupsi

Dimuat Bisnis Indonesia
minggu 18 Maret 2012

Judul Buku:Perang-perangan Melawan Korupsi
Penulis: Bambang Soesatyo
Penerbit: Ufuk
Tahun: 1, November 2011
Tebal: 339 halaman
Harga:65.000
 Penyakit korupsi di Indonesia sudah menjalar kemana-mana. Ironisnya, aparat penegak hukum tak mampu membendungnya. Sehingga, membuat berbagai persoalan hukum melimpah ruah. Penyakit yang menyerang para pejabat negara itu sulit di basmi karena sistemik. Wajar, jika aktor intelektualnya sulit tertangkap. Walaupun toh, berbagai gerakan antikorupsi yang di pimpin Presiden sendiri sudah berjalan selama 7 tahun menjabat, hingga kini belum mampu membuat ciut para koruptor.

Justeru pemerintah yang di komandani Presiden banyak mengalami kendala dalam memberantas korupsi. Lebih parahnya lagi, orang-orang didikan Presiden maupun pejabat di bawahnya banyak tersandung korupsi. Sehingga, membuat persoalan penegakan hukum semakin kompleks. Misalnya yang sedang terhangat, kasus Wisma Atlet dan suap di Kementrans. Tentunya, membuat kita semakin merinding saja. Sampai kapankah penyakit korupsi di negeri ini dapat di berantas?

Menurut penulis buku ini” Bambang Soesatyo”, supermasi hukum yang selama ini di gembor-gemborkan hanyalah pepesan kosong. Janji orang nomor satu di negeri ini pun sewaktu kampanye untuk menumpas koruptor hingga kini tak bisa di pegang. Sebaliknya, justeru bermain-main dengan pedang-pedangan dalam berperang melawan koruptor. Ironisnya, para kader-kadernya juga banyak tersandung kasus korupsi. Dari catatan BPK, selama tujuh tahun pemerintahan SBY tidak kurang dari Rp 103 triliun dana pembangunan dirampok.(hal, xiii)

Dalam buku ini, ada 12 bab yang di beberkan Bambang terkait masalah korupsi. Yakni, Kanker Korupsi di Indonesia, Terlibatnya Orang-orang Presiden, Remisi untuk sang Besan, Tragedi Bernama BLBI, Mega Skandal Bank Century, Kesaktian Mafia Pajak, dll. Dari sekian banyaknya kasus yang mencuat kepermukaan publik, rakyat hanya bisa menontonnya saja. Jika memang penegakan hukum di lakukan dengan serius semestinya Presiden menjadi orang terdepan dalam memberantas koruptor.

Dari sekian banyaknya kasus yang mencuat kepermukaan publik, rakyat hanya bisa menontonnya saja. Jika penegakan hukum dilakukan dengan serius semestinya Presiden menjadi orang terdepan dalam memberantas koruptor. Bukankah, korupsi sudah merajalela? Jika dahulu korupsi berpilar pada penguasa korup dan pengusaha hitam. Kini, korupsi mengharuskan adanya perselingkuhan abadi antara dua unsur tersebut. Bahkan, mereka”koruptor’ selalu tampil kreatif dan inovatif.

Menurut salah satu ketua KPK Busro Moqodas, pilar baru para koruptor sekarang ini yakni, calo kasus dan calo politik, cukong dana, cukong politik, aktor politik pusat maupun daerah serta berbagai jaringan lainnya.(hal, 324) Cara paling ampuh untuk mencegah generasi koruptor adalah melalui pendidikan di lingkungan sekolah dan keluarga.

Mengingat, aparat penegak hukum sudah tidak mampu menghentikan aktor-aktor baru koruptor yang bermunculan di mana-mana. Sebagaimana di katakan Syafii Maarif dalam pengantar buku ini, koruptor semakin lihai, licik, dan kumuh. Bahkan, aparat penegak hukum juga hampir tiarap menghadapi mereka.

Peresensi Ahmad Faozan, Ketua Himasakti Tebuireng, Yogyakarta

Otak Penentu Kebahagiaan

Di muat di Bisnis Indonesia
12-02-2012

Judul Buku:Change Your Brain Change Your Life: Mengoptimalkan Fungsi Otak Untuk Hidup yang Lebih Baik dan Lebih Sehat
Penulis: Daniel G. Amen, MD
Penerbit: Qanita
Tahun: 1, Agustus 2011 Tebal: 356 halaman
Harga: Rp 63.750


Otak merupakan salah satu organ manusia yang paling vital. Selain tidak bisa di cangkok, juga sangat berpengaruh bagi setiap tindakan maupun perbuatan manusia. Pasalnya, otak yang menerima dan mencerap informasi dari segala apa yang ditangkap panca indera. Sel-sel otak tidak tetap seperti ketika seseorang baru terlahir, namun tumbuh berkembang secara terus-menerus dari waktu kewaktu

Penelitian terhadap otak manusia mutaakhir ini, memberikan penemuan baru yakni penentu kebahagiaan manusia. Kondisi psikologis manusia seperti berbahagia, bersedih, cemas, depresi, dan sulit mengontrol diri dapat di indikasikan karena ketidakberesan dalam otak. Otak dapat berubah secara positif jika dihadapkan pada lingkungan yang diberi rangsangan. Kendati demikian, otak juga dapat menjadi negatif bila tidak diberi rangsangan. Sudahkah, kita menjaga otak kita dari polusi otak?

Buku bertajuk Change Your Brain Change Your Life: Mengoptimalkan Fungsi Otak Untuk Hidup yang Lebih Baik dan Lebih Sehat ini, mencoba mengulas keterkaitan otak dengan perilaku manusia. Dengan memanfaatkan teknik kedokteran nuklir atau yang di sebut SPECT (Singgle Photom Eision Computed Termography”), Daniel mampu memberikan resep jitu kepada kita untuk mengoptimalkan fungsi perilaku, kognitif, pengobatan, dan nutrisi pada otak.

 Daniel telah meneliti sekitar 60.000 pasien selama sepuluh tahun terakhir. Ada lima sistem otak manusia yang diperkenalkannya. Pertama, sistem limbik dalam terletak di pusat otak, penghubung dan pusat pengendalian suasana hati. Kedua, Ganglia basal yaitu struktur besar di tengah otak untuk mengendalikan siaga tubuh. Seperti, kecemasan, kepanikan, ketakutan, dan menghindari masalah.

 Ketiga, Korteks prefrontal, sebagai pengawas yang membantu diri kita memusatkan perhatian, membuat rencana, dan mengendalikan dorongan hati. Keempat, singulat terletak melintang di tengah lobus frontal, yang berfungsi untuk memindahkan perhatian dari satu pikiran ke pikiran lain. Kelima, lobus tompural terletak di balik kening dan dibelakang mata. Yang terlibat dalam ingatan, pemahaman bahasa, pengenalan wajah, dan pengendalian amarah

Sebagaimana kisah dalam buku ini. Sally adalah perempuan berusia 40 tahun dan memiliki IQ, 140. Awalnya, Sally merupakan pasien rumah sakit di Amerika yang tidak tertangani karena mengalami gangguan berat “depresi”. Kerap melakukan pencobaan bunuh diri. Bahkan, oleh dokter dijustifikasi sebagai penyandang ADD dewasa(seperti, rentang perhatian, sulit berkonsntrasi, tidak teratur, dan gelisah).

Saat istirahat aktifitas otak Sally bagus, namun tatkala untuk mengerjakan sesuatu yang menantang, misalnya mengerjakan soal matematika, aktifitas otaknya kemudian mengalami penurunan drastis. Lantas, Sally di berikan dosis rendah Ritalin(Metilfenindat) dan hasilnyapun membaik. Akhirnya, Sally dapat hidup normal dan dapat memusatkan perhatian lebih lama. Dengan demikian, “Kondisi fisik otak berdampak besar terhadap pola pikir, perasaan, dan perilaku.”(hal,48)

Menurutnya, ada beberapa manfaat penggunaan Metode SPECT. Diantaranya, membantu mengatasi rasa cemas dan panik dengan tekhnik bernapas sederhana, memberantas depresi dengan tekhnik meredakan pikiran negatif seketika, mengekang amarah dengan diet dan nutrisi, menaklukan implusif untuk lebuh fokus dengan tekhnik, menghilangkan obsesi yang menghawatirkan dan mengendalikan laju siaga tubuh seperti cemas, panik, dan takut.

Selain memberikan manfaat dari hasil penelitian ini, penulis juga memberikan tips-tips supaya jangan melakukan tindakan yang membahayakan otak. Seperti, jangan meminum alkohol, menyangkal permasalahan, membiarkan pikiran berputar-putar terus dalam benak Anda.(hal, 323) Dengan demikian, menjaga dan merawat otak merupakan suatu hal terpenting yang harus dilakukan kita.

 Buku setebal 356 halaman  ini, terdiri dari beberapa sub bab pembahasan. Bab, 3,5,7,9, dan 11 membahas mengenai lima sistem otak yang berbeda. Pada setiap babnya juga diawali dengan penjelasan mengenai fungsi dan lokasi bagian otak. Kemudian, pada bab,4,6,8,10, dan 12 menjelaskan tentang soal penyembuhan serta resep optimisasi spesifik. Akhir kata, buku ini sangat berharga bagi kita. Berbekal buku ini, setidaknya segala macam marabahaya yang mengancam otak dapat kita minimalisir.  Selamat membaca!

Peresensi Ahmad Faozan, Ketua Himasakti Tebuireng Yogyakarta

Jumat, 20 Januari 2012

Meneladani Azra


Judul Buku:Cerita Azra: Biografi Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra
Penulis:  Andina Dwifatma
Penerbit: Erlangga
Tahun:2011
Tebal: 248 halaman
Harga:55.000


Azumardi Azra di kenal lewat publik dengan gagasan dan pemikirannya yang sangat mencerdaskan. Sebagaimana terlihat dalam berbagai tulisannya di berbagai media masa nasional, yang hampir setiap hari muncul. Dalam dunia akademisi, Azra pub tergolong seorang yang berprestasi. Mantan rektor UIN Jakarta itu, juga salah satu pakar sejarah dan peradaban Islam yang dimiliki bangsa Indonesia. Dan, sudah mendapatkan pengakuan dari kaum intelektual internasional.

Azra menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan gelar kehormatan” Sir” dari Ratu Inggris. Sehingga dengan bebas masuk keluar Inggris tanpa visa. Melebihi gelar pemain sepakbola populer sekaliber “David Beckham”, yang hanya punya gelar Officer of the Order of Britis Empire Alias OBE. Bagi Azra, tentunya menjadi sebuah kehormatan yang lebih bukan?

 Buku ini, memotret kehidupan Azra dari kecil hingga sekarang ini. Terlahir dari darah Azikar, seorang pedagang kecil yakni, kopra dan cengkih asal Minang. mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orangtuannya. Dari mulai belajar membaca dan mendalami agama. Lucunya, belajar membaca yang di berikan ayahnya melalui nama-nama Bus yang melintas di depan rumahnya. Kendati demikian, justeru menjadi modal berharga bagi Azra untuk terus membaca. Berawal dari situlah, menjadikannya aktifitas membaca kapan saja dimana saja.

Setelah menjadi mahasiswa, Azra pun memulai membangun dirinya dengan menggeluti dunia organisasi, tulis-menulis, dan akademisi. Kegemarannya membaca buku, disiplin menulis, dan aktif berorganisasi semenjak menjadi mahasiswa menjadikan langkah hidup di dunia akademisnya banyak meraih prestasi yang membanggakan. Mampukah, diri kita belajar seperti Azra?

Dalam buku ini di kisahkan misalnya, Pendidikan tinggi dari Beasiswa ke Beasiswa. Melalui rekomendasi dari Munawir Sjadzali, mantan menteri agama RI pada awal tahun 1986 ia melanjutkan studi S2 nya di Amerika. Kesempatan emas untuk mengikuti pengembangan keilmuan dan cakrawala dosen-dosen muda di Amerika tidak di sia-siakannya. Nah, dari situlah Azra lantas memulai mengkonsentrasikan minatnya pada bidang sejarah peradaban Islam.

Semasa studi di Amerika, Azra “menumpahkan banyak waktunya untuk belajar sungguh-sungguh. Bahkan, kerap menghabiskan waktu di berbagai perpustakaan Columbia”.(hal,43) Konon, perpustakaan tersebut memiliki sekitar enam juta judul buku. Sebagai kutu buku, tentunya Azra kenyang melahap berbagai bahan bacaan di perpus kampusnya. Kesrakahannya dalam membaca buku tidak terhenti di situ saja. Di luar kampus, Azra gemar sekali mencari-cari buku penting dan klasik. Bahkan, setelah pulang dari Amerika beliau mengirim dua truck yang penuh dengan berisi buku-buku. Setidaknya untuk melihat kemampuan Azra kita dapat mengetahui lewat hasil tulisan Azra di media massa.

 Di tengah kondisi sekarang ini, dimana banyak mahasiswa/wi yang berkuliah hanya sekedar mengisi waktu. Misalnya, berpacaran, jalan-jalan, dll. Seolah tugas menjadi mahasiswa hanya sibuk kuliah semata. Bukankah, mahasiswa adalah agen of change dan sosio control?  Penting, kiranya  bagi pelajar/mahasiswa untuk belajar dari Azra. Baik dari segi kesederhanaan maupun saat berjuang mengejar prestasi. Sudahkah, kita mampu mengarahkan diri untuk menjadi orang berprestasi?

Selain sangat tekun dalam belajar, namun ada sesuatu hal yang cukup membuat kita iba melihatnya, yakni gaya hidup sederhannya. Menurutnya, hidup di perantoan, sebagaimana mahasiswa umumnya serba pas-pasan. Makan pun serabutan. Untuk dapat mengisi perutnya terbiasa hanya memakan roti, telur rebus, mie, worter, dan buah-buahan seadanya. Terpenting, perutnya terisi tanpa memperdulikan kenyang ataupun bergisi. 

Hanya saja, Azra memiliki strategi jitu untuk dapat makan enak saat menjadi mahasiswa asing, yakni menghadiri pengajian yang di adakan oleh masyarakat Indonesia dan berkunjung ke kediamaan diplomat. Bagi saya, sosok Azra patut untuk di jadikan teladan oleh intelektual muda”mahasiswa”. Baik dalam hal membaca, menulis, berorganiasi maupun gaya hidup sederhananya. Sebab jarang mahasiswa sekarang ini, mampu mensinerginkan ketiga aktifitas tersebut.

Buku setebal 248 halaman ini, membantu menjadi spirit bagi para pembaca untuk menjadi orang berprestasi seperti Azra. Sebagaimana dikatakan oleh Prof.Dr. Syafii Maarif, Azra adalah seorang pendidik intelektual dalam makna sejati disamping penulis profilitik yang tak pernah lelah berkarya. Beliau juga mampu menunjukan arti tanggung jawab terhadap diri maupun keluarganya. Selamat membaca!

Ahmad Faozan, Ketua Himasakti(Himpunan Mahasiswa Alumni Santri Keluarga Tebuireng) Yogyakarta

Kamis, 12 Januari 2012

Mengembangkan Teknologi Canggih



Judul Buku:Jejak Pemikiran B.J Habibie: Peradaban Tekhnologi untuk Kemandirian Bangsa
Editor: Andi Makmur Makka
 Penerbit: Mizan
Tahun: 1,November 2010
Tebal: 350 halaman
Harga: Rp 49.000


Mencuat prestasi karya anak bangsa dengan peluncuran mobil Esemka membuat wacana membangun industri nasional semakin deras. Dukungan dari berbagai pihak kini bermunculan. Era kemajuan tekhnologi menuntut bangsa ini ikut bersaing. Pasalnya tekhnologi merupakan strategi menciptakan kemandirian, kekuatan, dan membuka lapangan pekerjaan. Walaupun, memang menciptakan tekhnologi memangkas uang negara yang tidak sedikit. Tetapi yang jelas dapat membuka gerbang kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam berupaya membangun kemandiran bangsa, tekhnologi merupakan pilar penting yang tak bisa terbantahkan lagi. Seharusnya, Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumberdaya bahan baku mampu menciptakan semuanya. Itulah catatan yang seharusnya terbesit oleh para pemimpin dan pejabat di negeri ini. Sehingga, bangsa kita” Indonesia” tidak menjadi bangsa yang kerdil di hadapan bangsa lain. Mengingat, kini dari segi peralatan militer Indonesia sudah tertinggal jauh. Akhirnya, untuk menjaga wilayah maritim saja, kita sering kecolongan.

Buku bertajuk, Jejak Pemikiran B.J Habibie: Peradaban Tekhnologi untuk Kemandirian Bangsa ini penting di baca. Di era kemajuan tekhnologi, gagasan dan ide pemikiran tekhnologi Habibie patut untuk di pikirkan kembali. Pasalnya, tanpa kemajuan tekhnologi sudah pasti bangsa ini sampai kapan pun akan selalu menjadi bangsa terbelekang. Maka dari itulah, sikap sadar dalam hal ini menjadi penting.

Ada beberapa pemikiran dan gagasan B. J. Habibie yang terangkum dalam buku ini. Misalnya, Iptek, Dimensi Baru Pembangunan Bangsa, Iptek Pengembangsan SDM Nilai Tambah, Sinergi Tekhnologi, Ekonoi Dan Budaya, dan Cetak Biru Iptek Progresif. Semua pemikiran progresifnya di curahkan untuk menjadi motifas bagi kemajuan bangsanya. Namun, nahas semua itu seolah tidak terdengar oleh pemerintah.

Mahalnya pengeluaran biaya untuk alokasi tekhnologi seperti membuat pesawat terbang masih menjadi kendala utama bagi pemerintah. Persoalan biaya pengeluaran menjadi hantu bagi pemerintah. Seharusnya, pembangunan yang di target bangsa ini, bukan hanya untuk mengutamakan pertumbuhan ekonomi semata tetapi juga pemeratannya. Padahal, lewat tekhnologi  nantinya pemerintah juga akan mampu memberikan lapangan pekerjaan yang cukup dan menciptakan negara ini tangguh. Serta di segani oleh bangsa-bangsa lain.

Memang, transformasi industri di negara-negara berkembang seperti Indonesia mahal namun bagi negara lain juga mahal. Nah, bagaimana mengatasi biaya yang cukup tinggi tersebut? Perlu diketahui bahwa, umumnya negara-negara industri mengambil sumber daya alam dari kawasan dunia. Yang biaya eksploitasinya tidak di tanggung oleh negara maju tetapi juga oleh umat manusia secara keseluruhan(hal,55)

Menurut Habibi, ada segi tiga mitra  yang di butuhkan dalam hal memajukan tekhnologi. Pertama, dunia usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi untuk mempercepat difusi kemajuan tekhnologi serta kemampuan berinofasi.  Hiruk pikuknya persoalan pembangunan bangsa yang di jalankan saat ini, penting sekiranya untuk merenungkan dan menyadari kembali dasar-dasar falsafah dan setiap hal yang ingin di bangun dan dikembangkan. Sehingga, tidak mudah terhenti di tengah jalan.

Gagasan membangun kemandirian bangsa dengan tekhnologi ala Habibi ini, patut di renungkan kembali. Terlebih, kini bangsa ini sudah di hadapkan dengan ledakan penduduk yang cukup dahsyat. Dan banyak masalah deportasi TKI dari luar negeri. Lantas, bagaimanakah memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka? Sehingga, membangun kemandirian bangsa cepat atau lambat di butuhkan bangsa Indonesia.

Menurut saya, sekumpulan ide dan gagasan progresif Habibi yang semula tercecer dalam berbagai makalah maupun teks pidatonya, selama menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 hingga Maret 1998, tentang arah industri strategis dan pembangunan Iptek masih relevan bagi suatu negara berkembang khusunya Indonesia untuk di realisasikan sekarang ini. Amat di sayangakan, jika pemikiran sekaliber Habibi, terabaikan begitu saja. Bukankah, intregritas Habibi sudah tidak di ragukan di level internasional?

Tak pelak, sekumpulan pemikiran Habibi ini, menjadi masukan berharga bangsa ini. Akirnya, buku yang mengungkapkan jejak pemikiran Presiden Indonesia ketiga ini, wajib dibaca oleh siapa saja. Selamat membaca!