Senin, 08 Oktober 2012

Tuntunan Hidup Bahagia

Dimuat di: Koran Seputar Indonesia 

Sunday, 07 October 2012


Judul: Happiness Now
Penulis: Andrew Matthews
Penerbit:Ufuk Press
Tahun: Agustus 2012
Tebal: 115 halaman
Harga:Rp. 39.000



Tahukah Anda, orang hidup bahagia di dunia ini tidak harus terpintar, terkaya, atau yang paling berbakat sekalipun? Kehidupan yang terus-menerus berputar layaknya roda acapkali membawa badai secara tiba-tiba. Susah, senang, duka, dan galau datang silih berganti menghampiri siapa saja. Bahkan, tidak sedikit orang yang terjatuh karena tak mampu menahan hantaman gelombang kehidupan. Sudahkah, Anda menemukan tuntunan hidup yang tepat?

Andrew Matthews lewat karyanya Happiness Now mencoba memberikan tuntunan hidup bahagia kepada Anda. Buku ini memuat tema-tema unggulan yakni Filosofi Anda, Suatu Hari di Satu Waktu, Hukum Kehidupan,Teman dan Keluarga,Strategi Sukses,Apa yang Harus Dilakukan Sekarang. Gebrakan melalui rangkaian kata-kata yang memukau membantu mengguncangkan diri Anda.“Kerjakan dan berusahalah dengan cara yang terbaik hingga waktu tidur. Dan, biarkan hari esok yang akan menunjukkan hasilnya.”( halaman 7)

Menurut Andrew Matthews, hal yang pertama yang harus diketahui dalam hidup yakni memahami filosofi kehidupan Anda terlebih dahulu. Pasalnya, filosofi kehidupan merupakan hal paling dasar dalam membangun kehidupan bagi Anda sehingga segala sesuatu yang berkenaan dengan pekerjaan, uang, kekhawatiran, kegagalan, persahabatan, keluarga, dan masa depan Anda dapat diketahui?

Bukankah segalanya di lakukan demi untuk satu alasan kebahagiaan? Merujuk hasil survei tentang kebahagiaan oleh Ronald Inglehart pada 1990 yang melibatkan 170.000 orang dari 16 negara.Kesemuanya diurutkan berdasarkan kelompok usia 15-24 tahun, 25-34 tahun, dan 35-44 tahun, dan seterusnya.

Hasilnya adalah orang yang berusia 15-24 tahun 81% puas dengan hidupnya, 25-34 tahun 80% puas dengan hidupnya, 35-44 tahun 80% puas dengan kehidupannya, 45-54 tahun 79% puas dengan kehidupannya, 55-64 tahun 70% puas dengan kehidupannya, dan 65 tahun ke atas 91% puas dengan kehidupannya.

Dari hasil survei kebahagiaan di atas setidaknya dapat kita pahami bahwa intinya kebahagiaan bukan mengenai usia Anda, melainkan sikap Anda. Sudahkah Anda menemukan kebahagiaan dalam hidup? Di tengah kondisi kehidupan yang cepat berubah seperti sekarang ini di mana perkembangan teknologi dan informasi berkembang pesat,begitu banyak orang tidak lagi peduli kepada diri sendiri dan orang lain seperti rakus jabatan, tamak, dan egois.

Sikap sadar sendiri semakin terkikis. Bukankah diri kita yang telah menciptakan keadaan seperti demikian? Semestinya diri kita berpikir tentang apa yang terjadi pada diri kita.Salah satu faktor yang membuat diri kita rapuh dalam menghadapi gelombang kehidupan yakni sifat ambisius dalam diri yang berlebihan. Seolah-olah diri kita mampu mengubah dunia.

Padahal, tujuan dalam hidup yang paling pokok adalah untuk mengubah diri sendiri,bukan mengubah dunia.“Kita menentukan tujuan bukan untuk apa yang kita dapatkan, melainkan untuk apa kita menjadi.” (halaman 85) Faktor lingkungan memang mudah sekali membawa seseorang ke arah yang kurang baik, yang berujung kesesatan dan kesengsaraan.Kendati demikian, mengambil sebuah tindakan tepat untuk tidak terpengaruh dengan sesuatu yang ada di lingkungan sekitar menjadi penting bagi Anda.

Dengan demikian, melakukan perubahan yang berarti bagi diri sendiri terlebih dahulu menjadi cara terbaik dan harus. Perlu diketahui dan dipahami bahwa kita akan menjadi apa yang kita pikirkan. Menurut pakar motivator kelas internasional ini, tetapkanlah sasaran yang masuk akal dalam hidup,capailah,kemudian putuskan apakah Anda akan berhenti atau tidak. Kemudian, hargailah apa yang telah Anda dapatkan.

Nah, hal semacam itulah yang kerap terabaikan. Padahal, dari sebuah keberhasilan kecil sesungguhnya yang dapat mengubah pikiran Anda. Bukankah kesuksesan bukan mengenai fakta, tetapi mengenai sikap? Strategi kehidupan seperti ini yang harus kita miliki. Buku setebal 115 halaman ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan bukubuku lainnya yakni terletak pada rangkaian kalimatnya yang pendek, namun bermakna. Mudah, ringkas, dan inspiratif.

Memudahkan diri kita mencerna sebagian besar buku ini.Bahkan sudah diterjemahkan dalam 33 bahasa dan menjadi buku bestseller di 60 negara.Tentunya merugi jika Anda melewatkan buku ini begitu saja.Temukan rahasia kehidupan Anda pada buku ini.

Oleh Ahmad Faozan Bergiat di Renaisan Institute,Yogyakarta

Meneladani Pemimpin Inspiratif



Dimuat Okezone. com
Jum'at 5 Oktober 2012
 
Buku: Jokowi: Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi
Penulis: Zaenudin HM
Penerbit: Ufuk Press
Tahun: 1, Maret 2011
Tebal: 137 halaman
Harga: Rp39.000




Krisis keteladanan dari para pemimpin yang sedang di alami bangsa Indonesia membuat bangsa dan rakyat Indonesia kini semakin pesimis terhadap masa depan bangsa. Bahkan, publik pun semakin menunjukan sikap tidak mempercayai para pemimpinnya dengan berbagai luapan emosional. Padahal para pemimpin bangsa ini merupakan tumpuan dan harapan. Jika mereka bekerja hanya demi kepentingan sendiri, seperti korupsi tentunya membuat negeri ini semakin terpuruk. Bukankah, bangsa Indonesia sedang menantikan para pemimpin visioner, futuristik, dan realistis?

Buku kisah Walikota “Jokowi”yang Inspiratif ini, mencoba memotret kehidupannya. Sebagai sosok pemimpin yang sukses dan di cintai rakyatnya sosok Jokowi patut untuk di jadikan cermin bagi para pejabat yang ada di negeri ini. Menurut Zaenudin HM, di balik sikap Jokowi yang mengaku bodoh, tak punya tampang dan tak pantas menjadi pemimpin menyimpan rahasia besar. Pria kelahiran solo pada 21 Juni 1961 ini, juga memiliki  sikap sederhana selama menjabat Walikota. Bahkan, Jokowi tidak pernah mengambil gajinya.

Saat ini, adakah pejabat negara yang tulus mengabdi kepada bangsa dan rakyatnya? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang ditunjukan kepada para pejabat negara. Di tengah merosotnya kualitas dari kinerja para pejabat negara baik yang ada di pusat maupun daerah membuat negeri ini penuh dengan persoalan. Seharusnya mengabdi kepada bangsa dan negara dengan ketulusan.

Menurut Zaenudin, ada 8 sifat Jokowi yang menjadi kunci keberhasilannya sewaktu menjadi pemimpin di Solo. Pertama, pasion. Orang-orang sukses mencintai pekerjaannya, kedua, kerja. Orang-orang sukses bekerja sangat keras. Ketiga, fokus. Orang-orang sukses fokus pada satu hal. Keempat, motifasi. Orang-orang sukses selalu memacu diri mereka sendiri. Kelima, ide. Orang-orang sukses menghasilkan ide-ide bagus.

Keenam, pengembangan diri. Orang-orang sukses terus mengembangkan dirinya. Ketujuh, melayani. Orang-orang sukses melayani orang lain dengan nilai. Kedelapan, tekun. Orang-orang sukses tahan banting menjalani waktunya beproses, kegagalan, dan kemalangan.Dalam kondisi masa-masa sulit seperti sekarang ini, kehadiran pemimpin seperti Jokowi amat dibutuhkan bangsa ini. Kita pun berharap pemimpin-pemimpin seperti Jokowi bermunculan.

 Jika seorang Jokowi bisa membuktikan jiwa pengabdian bangsa dan rakyatnya, mengapa begitu banyak para elite pejabat di negeri ini yang justeru menyelewengkan kekuasaan? Penting sekiranya menjadi catatan bagi kita. Memang, Jokowi bukan tidak memiliki kelemahan dan kekurangan namun jauh lebih banyak kebaika-kebaikan yang dilakukannya. Sehingga, pantas untuk menjadi pemimpin yang harus di teladani.

Tidak dapat kita bayangkan, jika bangsa ini terus-terusan di pimpin oleh mereka para pemimpin yang egois dan tidak berpihak kepada kepntingan rakyat. Sudah pasti kehancuran, kebrobokan, dan ketertinggalan bangsa ini tinggal menunggu waktu saja. Sesungguhnya, pemimpin yang memiliki jiwa pengabdian dan ketulusan yang patut memimpin bangsa ini.

Hemat penulis, kunci kesuksesan Jokowi tidak terlepas dari kepiwainnya dalam mengembangkan leadership dengan baik dan benar. Selain itu, tepat sasaran. Sehingga, tugas dan kinerjanya sebagai pemimpin tercapai. Minimnya, krisis kepemimpinan yang sedang melanda bangsa ini membuat bangsa ini semakin terpuruk. Sebaliknya, hanya memunculkan tipikal-tipikal pemimpin bermental korup yang bermunculan. Bukankah, masyarakat sudah tidak butuh janji-janji kosong? Akhirnya, lewat buku setebal 137 halaman ini, menjadi informasi berharga bagi Anda yang penasaran terhadap kisah hidup Jokowi.

Diresensi Ahmad Faozan
Bergiat di Renaisant Institute, Yogyakarta.

Minggu, 23 September 2012

Dokter Sebagai Kepanjangan Tangan Tuhan


Dimuat Radar Surabaya, edisi Minggu 23 09 2012

Judul: Playing God
Penulis: Rully Roesli
Penerbit: Qanita
Tahun: 1, 2012
Tebal: 200 halaman
Harga:Rp. 34.000




Sejak zaman klasik hingga modern seperti sekarang ini, status dokter di masyarakat memiliki kedudukan sangat istimewa. Siapapun pasti membutuhkan jasanya. Dimulai dari proses kelahiran, dewasa,dan masa tua. Bahkan, menjelang ajal sekalipun membutuhkan seorang dokter. Selain bertugas untuk mengobati seorang pasien, menjaga kesehatan masyarakat, juga melangsungkan eksistensi kehidupan umat manusia.

Pujian agung masyarakat kepada dokter yang sangat tinggi menjadikan banyak orang tertarik menekuni ilmu kedokteran. Walaupun toh, biaya pendidikannya ibarat mencapai selangit, dokter tetap menjadi primadona. Konon, seorang dokter selalu dicari walaupun toh ia pergi ke tempat terpencil. Terlebih dokter spesialis.

Lewat buku “Playing God” Rully Roesli, dokter ahli Ginjal, mengingatkan kepada kita semua bahwa yang memberikan kesembuhan yakni Tuhan. Dokter hanya mampu berusaha mengobati orang sakit, atau mengambil keputusan untuk melakukan suatu tindakan medis yang ekstrem dengan akibat yang masih hitam-putih, sehat atau meninggal. Dan, hanya kemahakuasaan Ilahi sesungguhnya yang tak bisa dicegah. 

Dokter sering diibaratkan seperti Tuhan dalam bertindak. Ia tidak boleh marah maupun emosi saat bekerja. Tak dapat dibayangkan jika sedang mengobati pasien seorang dokter dalam kondisi marah. Namun, mengapa kini banyak dokter yang dicacimaki oleh pasiennya? Bukankah, dokter juga manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan? Bukankah, sehebat-hebatnya manusia selalu memiliki keterbatasan?

Setidaknya, ada 5 bab tema yang menjadi pembahasan buku ini. Misalnya, menentukan Nasib orang Lain, Menghakimi Diri Sendiri, Mengenal Sosok Seorang Dokter, Saat Mengadapi Akhir Kehidupan Kita. Kesemuanya itu diambil dari kisah hidupnya. Salah satu kisah pengalaman hidup yang menarik bagi cucu sastrawan Marah Roesli ini yaitu, pengalaman menghadapi kematian. Bukan kematian yang akan menghampirinya, melainkan kematian yang menghampiri pasien saat diperiksannya.(hal, 13)

Dalam kehidupan, keadilan Ilahi seringkali bekerja penuh misteri. Tanpa maksud menggurui, Rully Roesli menuturkan, bahwa kita harus memelihara sikap positif kepada Tuhan. Pasalnya, boleh jadi apa yang dibenci manusia adalah hal yang baik di hari esok. Atau sebaliknya, apa yang dianggap baik menurut manusia belum tentu baik.“Mengingat, ilmu kita amatlah sedikit dibandingkan dengan ilmu Allah untuk mengetahui segala sesuatu.”(hlm, 23) 

Dalam menyembuhkan pasien yang sudah kronis dan tak mampu disembuhkan lewat medis, doa menjadi solusinya. Roesli sering menggunakan Metode doa.” Jika Anda berdoa dengan penuh keyakinan, seperi nabi Ayyub, Anda mungkin akan menyaksikan hasilnya, tentunya atas izin Allah. (hlm,125)”. Hal tentang kekuatan doa bagi penyembuhan penyakit juga sudah banyak terbukti dan teruji secara ilmiah. 

Sebagaimana, bukti ilmiah yang dikutip buku ini, dari hasil penelitian Prof. Leonard Leibovici dalam majalah”British Medicial Journal (2001). Bahwa, sebanyak 3, 393 pasien dengan infeksi aliran darah (blood infection) dibagi dua kelompok.Kelompok pertama (1.691 orang) diberi obat plus doa. Kelompok kedua,(1.702) diberi obat tanpa doa. Tenyata, lama demam dan perawatan dirumah sakit lebih pendek kelompok kedua. 

Masalah kesembuhan bukan ada di tangan dokter melainkan Tuhan. Bukankah, Tuhan telah menyediakan sendiri daya sembuh pada setiap ciptaannya baik manusia, binatang, maupun tumbuhan? Kini, tinggal yang diciptakan apakah mau mengembangkan daya yang telah dikaruniakan tersebut atau tidak. Untuk itulah, menjaga sikap baik kepada Tuhan penting untuk dilakukan. “Bukan Tuhan tidak mau mendengarkan doa dari orang sakit atau miskin secara langsung.” (hlm, 22) Namun, manusia di tuntut untuk sadar terhadap apa yang telah ia lakukan di muka bumi? 

Buku ini, juga menyiratkan pesan kepada para dokter di zaman sekarang ini untuk tidak menyalahkan kewenangan. Walaupun”toh sudah banyak aturan dan etika kedokteran. Merebaknya malaprakteik kedokteran ilegal seperti sekarang ini banyak dokter yang bertugas tidak memenuhi standar kualitas kerja. Padahal dokter sudah banyak dilimpahi fasilitas dan kemudahan. Seolah melupakan cita-cita revolusi para pendahulunya.Sebuah buku yang menarik. (*) 

Oleh Ahmad Faozan, Bergiat di Renaisan Institute, Yogyakarta

Pujian Untuk Sang Nabi

Dimuat Bisnis Indonesia, Edisi Minggu, 16 September 2012

Judul: Dan Muhammad adalah Utusan Allah: Cahaya Purnama Kekasih Tuhan
Penulis: Annemarie Schimmel
Penerbit: Mizan
Tahun: 1, Juni 2012
Tebal: 469 halaman
Harga: Rp 55.000



Beragam cara umat Islam mengeksplorasikan perwujudan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Salah satunya yakni melalui tradisi bersyair. Bersyair selain mengandung nilai ibadah juga menjadi penawar bagi kerinduan dalam jiwa. Konon, syair dikalangan umar Islam di yakini menjadi sebuah azimat untuk menghilangkan segala macam marabahaya. 

Para penyair khususnya dari kalangan sufi mendiskripsikan Muhammad abadi dalam berbagai macam bentuk seperti; prosa, sajak, puisi, hingga syair. Tradisi bersyair berkembang pesat setelah nabi wafat. Segala ucapan dan tindakan Nabi dilestaraikan secara cermat dan dikumpulkan dalam jangka berabad-abad hingga sekarang. Penghormatan kepada Nabi tumbuh sejalan dengan semakin jauhnya rentang waktu kehidupan kaum Muslim. 

Menurut Frithjof Schoun, ciri khas dari kebajikan-kenajikan Muhammad menjelaskan gaya relatif impersonal orang suci. Buku karya Anemmarie ini berupaya menggambarkan kehidupan keagamaan kaum muslim terkait dengan penghormatan dan pemuliaan kepada sosok Muhammad. Misalnya, dari hal remeh dalam diri nabi seperti, rambut, keringat, sampai pakaian yang diyakini mengandung berkah. Konon, keringat nabi berbau harum seperti parfum.

Ahklaknya yang terpuji bukanlah suatu abstraksi atau dugaan melainkan suatu realitas yang hidup dan tepat membuktikan keasliannya secara retrospektif. Imam Al-Ghazali menuturkan dalam dalam karya fenomenalnya Ihya Ulumudin, menyatakan kunci kebahagiaan adalah mengikuti sunnah dan meniru Rasulullah dalam semua hala yang dilakukannya.(hal, 52)

Para penyair dalam bahasa Arab selalu berusaha menemukan citra-citra baru untuk mengungkapkan pujian. Mereka juga terus berpikir bagaimana memuji-muji keunggulan Nabi. Syair yang semula pendek, ringkas dikembangkan menjadi sajak yang panjang dan bertele-tele. 

Sebagaimana yang dikutip buku ini pada syair karya Al Khaqqani, penyair yang hidup pada abad 16 M." Dia, yang hatinya bagai samudera adalah mutiara tida tara."(hal, 61) Walaupun begitu, umat Islam menyakini dengan menulis, membaca, dan menyalin syair khusus pujian kepada Nabi merupakan suatu pekerjaan yang mulia dan mengandung berkah.

Oleh Ahmad Faozan

Senin, 10 September 2012

Menemukan Makna Pekerjaan



Judul buku: I love Monday: Mengubah Paradigma dalam Bekerja dan Bisnis
Penulis: Arvan Pradiansyah
Penerbit: Kaifa
Tahun: 1, Maret 2012
Halaman: 302 halaman
Harga: Rp. 50.000


 Beragam niat seseorang bekerja kepada orang lain, seperti, mencari uang, ibadah, dll. Buku ini menjelaskan berbagai model konsep bekerja yang penuh makna. Membantu seseorang tampil beda dan memudahkan dalam mendapatkan penghargaan dari orang lain. Menurut, Arvan Pradiansyah tipikal orang bekerja terbagi menjadi tiga bagian yakni job, career, dan calling. Pertama, melihat pekerjaan sebagai job. Tipe pekerja seperti ini adalah tipe orang yang menjalankan skenario orang lain. ia datang ke kantor hanya sekadar menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Tidak ada kemauan untuk meningkatkan performanya. Terpenting, pekerjaannya selesai, mendapat gaji, dan berlibur. 

Sehingga, rasa menikmati perkerjaan kurang. Kedua, melihat pekerjaan sebagai career. Tipe pekerja seperti ini adalah tipe orang yang menjalankan skenarionya sendiri. Dia tidak hanya bekerja, tetapi juga mempunya inisiatif, inovatif, dan kreatif. Dia tidak sebatas hendak bekerja seperti itu selamanya. Dia mempunyai misi bagaimana perusahaan tempat dia bekerja bisa maju. Dan secara tidak langsung, hal itu akan meningkatkan kualitas dirinya sendiri. Konsekuensinya adalah kesuksesan.

Ketiga, melihat pekerjaan sebagai calling. Tipe pekerja seperti ini adalah tipe orang yang menjalankan skenario Tuhan. Dia tidak lagi berfokus pada diri sendiri, melainkan pada orang lain. Tipe pekerja jenis ini sadar bahwa dirinya sesungguhnya adalah utusan Tuhan yang dikirimkan-Nya ke dunia ini karena sebuah maksud tertentu. Dia tidak hanya mendatangkan kesuksesan hidup, tetapi juga kebahagiaan hidup.

Menurut penuturan motivator ini, setiap orang sejatinya adalah manusia hebat jika mereka mampu menemukan panggilan jiwa? Bekerja dan berbisnis membutuhkan energi yang besar, pemikiran keras, dan pengorbanan yang luar biasa.(halaman,3) Semestinya, berbagai permasalahan yang kurang menyenangkan dapat dihilangkan dalam diri seseorang. Dalam situasi apapun seseorang di tuntut untuk mampu menciptakan kebahagiaan.

Memulai melakukan perubahan paradigma dalam bekerja dan bisnis membantu meningkatkan kualitas seseorang dalam menjalankan pekerjaannya. Mengingat, bahwa setiap orang sejatinya merupakan manusia hebat jika mereka mampu menemukan panggilan jiwa dan mengelolannya. Sebab, masalah terpenting ditempat kerja adalah masalah semangat bukan masalah taktik dan strategi, tantangan menggelorakan semangat dalam dirinya, tujuan bekerja bukan mencari uang namun melayani orang lain, yang kita cari di tempat kerja bukanlah sekedar uang melimpah tetapi juga kebahagaiaan”. ( (halaman,14-15)

 Kini, masih banyak orang yang menilai pekerjaan dengan berbagai kensekuensi yang diterima. Justeru kebanyakan orang memaknai bekerja hanya untuk mencari uang bukan melainkan bertujuan ibadah. Akhirnya, apa yang di otak seseorang hanyalah uang. Padahal dengan bekerja kita melayani orang. Secara tidak langsung mengandung nilai ibadah. Memang benar, bekerja untuk mencari uang. Namun, apakah nilai pekerjaan Anda itu sendiri bagi customer Anda? Bukankah, ilmu kebahagiaan sesungguhnya berbeda dengan ilmu kesuksesan?  

Uang memang dapat menghasilkan kesenangan dan kenikmatan, tetapi kegiatan tersebut tidak akan menghasilkan perasaan berguna dan bermakna karena bersifat sementara. Padahal keuntungan terbesar dari bekerja justeru dari munculnya perasaan berharga, bermakna, dan berguna bagi orang lain.(halaman,33) Bukankah, ukuran pekerjaan kita, sesungguhnya akan bermakna jika diterima dari orang lain yang meinkmati pekerjaan kita? Merujuk hasil penelitian Tim Kasser dan Richard, bahwa orang yang menempatkan uang dalam daftar utama prioritas mereka bekerja menimbulkan risiko akan menderita depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri.

Buku stebal 302 halaman ini, pada intinya mengajak seseorang untuk mau menggali dari yang terdalam pada setiap pekerjaan yang dilakukan. Sehingga, upaya menciptakan perasaan positif terhadap pekerjaan dan menyatukan badan serta pikiran terwujudkan.  Bukankah, manusia bisa hidup tanpa bekerjaan, tetapi manusia tidak akan bisa hidup apabila ia sudah tidak memiliki makna hidup?

Diresensi Ahmad Faozan, pembaca buku tinggal di Yogyakarta

Selasa, 17 Juli 2012

Kiat Jitu Mengembangkan Otak


Judul Buku:  The Winner’s Brain: Kiat Jitu Mengembangkan Otak Pemenangan Untuk Mencapai Sukses Penulis: Jeff Brown dan Mark Fenske
Penerbit: Penerbit Gemilang
Tahun: 1, Juni 2012
Tebal: 286 halaman
Harga: Rp. 49.000


Otak manusia  mempunyai ratusan miliar jaringan sel yang dialiri oleh pembuluh darah untuk membantu pemikiran-pemikiran, menggerakan tubuh, dan melihat dunia di sekelilingnya. Sel-sel di otak bertindak dengan kombinasi kecepatan dan efisiensi yang tidak dapat di tandingi oleh kecanggihan komputer. Semakin seseorang rajin melatih otak untuk berpikir, maka semakin banyak informasi yang di simpan, karena kapasitas otak tidak terlihat. Dengan memaksimalkan otak seseorang akan meraih kesuksesan. 

Menurtut Jef dan Mark, otak kita yang berwarna abu-abu menyimpan beberapa bagaian penting diantaranya. Konteks Serebral. Bagian yang membantu Anda mengalami dunia di sekeliling dan memikirkan dunia. Konteks Prefrontal. Bagian otak yang dikaitkan dengan pengambilan keputusan, penentuan tujuan, dan perencanaaan untuk mencapai tujuan. Termasuk pembuatan prediksi yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu. Kortek Cingulate, membantu menyampaikan berita kepada susunan otak lain seperti fungsi kognitif dan fungsi-fungsi lainnya.

Kombinasi pakar saraf dan pakar otak ini, membeberkan hasil penelitiannya terhadap rahasia yang ada dalam kepala otak orang-orang sukses. Seperti, musisi ternama blues B.B King, peraih medali emas olimpiade Kerri Strugh, aktris Laura Linney, dan Trisha Meili atlet pelari di Central Park. Menurut penuturan buku ini, para orang-orang sukses tidak mengawali perjalanan suksesnya dengan sumber keuangan berlimpah maupun memiliki koneksi pribadi yang penting. Melainkan dengan cara mengoptimalkan otak secara strategis dan proaktif.  Sebab, otak  mampu melakukan pekerjaan sehari-hari dengan cukup baik.

Buku ini pantas menjadi pedoman bagi Anda yang sedang merindukan kesuksesan. Menurut informasi buku ini, kesuksesan tidak di tentukan oleh dimana ia dilahirkan, kecerdasan, nasib, dan uang banyak. Namun, kesuksesan yang diraih dengan mengoptimalkan otak.  Sebagaimana kisah hidup musisi ternama bernama B.B King. Yang awalnya tumbuh dalam kemiskinan. Saat berusia 21 tahun ia meninggalkan tempat kelahirannya bersama saudaranya di Misissippi menuju Memphis, Tennesses. Selama sepuluh bulan ia mempelajari tekhnik dan pertunjukan musik.

Walaupun, hasil rekamannya yang pertama kurang mendapatkan respon publik namun berkat mengoptimalkan kekuatan fungsi otak, akhirnya ia menjadi musisi kondang dan melegenda. Menurutnya, otak selalu memperbaiki dirinya sendiri sepanjang hidupnya meskipun ia tidak memiliki rencana untuk mengendalikan otaknya. Mengingat, apa yang di kerjakan kelak akan membuahkan hasil.(hal, 264) 

Dengan menggunakan tekhnik FMRI( Funcitional Magnetic Resonance Imaging).  membantu  melihat bagian-bagian otak mana yang secara relatif  lebih aktif dan ikut terlibat pada saat berpikir, emosi, dan perilaku. “Seandainya seseorang menyelinap dari belakang Anda lalu berteriak”Door” maka guncangan rasa takut menjalar keseluruh tubuh Anda berhubungan dengan meningkatnya aktifitas di dalam amigdala, yaitu organ berbentuk amandel yang terdapat di tengah lobus temporal-organ yang berkaitan dengan kemampuan mengenali ancaman dan memperkirakan kemungkinan terjadinya bahaya”.(hal, 5-6)  Debra Gusnard dkk, dari di Fakultas Kedokteran Washington University juga mendukung hasil penelitian mengenai otak. 

Menurutnya, otak orang sukses”pemenang” membakar motifasi untuk menyingkirkan kebosanan, sedangkan otak orang-orang yang kurang gigih seakan kekurangan tenaga. Dalam berupaya mengejar kesuksesan sudahkah, Anda mengoptimalkan fungsi otak? Penting sekiranya mengoptimalkan fungsi otak kita. Demi menciptakan perubahan hidup yang penuh istimewa. Konon, Einsten yang dikatakan manusia sangat pandai hanya menggunakan lima persen otak yang dimilikinya. Dengan memaksimalkan potensi otak kita membantu membawa diri ke arah yang lebih baik. Mengingat, dalam situasi dan kondisi apapun otak kita akan terus berubah. Dan, perubahan itu bergantung dari apa yang kita lakukan. 

Setidaknya, ada lima tekhnik untuk meraih kesuksesan. Pertama, keseimbangan; membuat emosi bekerja sesuai keinginan Anda. Kegigihan: menciptakan”otak tahan banting”(failure resistan brain. Radar peluang: menemukan kemungkinan hebat yang tertutup masalah. Laser sasaran: mengikat atau mengunci sesuatu yang penting. Akselerator Usaha: memperkuat dorongan untuk sukses.Kehadiran buku ini, sekaligus menjadi paradigma baru bagi Anda yang sedang mengejar karir untuk sukses. Selamat membaca!

Ahmad Faozan, Bergiat di Renaisant Institute, Yogyakarta


Kisah Pertentangan Bathin Wanita



Judul Buku: Aku Lupa Bahwa Aku Wanita
Penulis: Ikhsan Abdul Quddus
Penerbit: Alvabet
Tahun: 1, April 2012
Tebal: 228  halaman
Harga: Rp 40.000


Selama ini dunia politik acapkali dipandang sebagai dunianya kaum laki-laki. Menurut pandangan sebagian orang, dunia politik penuh intrik dan lobi. Wanita kurang layak berada di dalamnya. Memang  sudah banyak wanita menjadi Menteri dan Politisi namun masih dalam skala kecil. Sempitnya ruang yang diberikan kepada wanita membuat posisi strategis seperti jabatan publik banyak di dominasi oleh kaum laki-laki. Selama berabad-abad wanita juga selalu mendapatkan ruang gerak yang sempit baik dalam kehidupan keluarga maupun sosial. Konon, dahulu  wanita hanya diberikan kewenangan dalam tiga hal yakni, urusan dapur, sumur, dan kasur. Tak pelak, diskriminatif terhadap wanita tak terelakan. Bukankah, wanita juga berhak menetukan kariernya?

Novel ini, mengisahkan kisah perjuangan Suad, politikus wanita dari Mesir. Sebagai tokoh politisi ia berusaha untuk merubah paradigma keluarga dan masyarakat yang hidup di sekitarnya, bahwa kaum wanita itu tidak lemah. Dan berhak menentukan karirnya dalam kehidupan sosial. Wanita bukan sebuah pabrik yang menopang keberlangsungan masyarakat. Salah satu faktor yang membuatnya ingin tampil berbeda dengan wanita pada umumnya yakni, supaya menjadi pribadi yang memimpin. Sebab, “ia tidak mau menjadi wanita hanya sekadar menunjukan ketaatan kepada perintah, melainkan atas sikap memerintah yang argumentatif ”.(hal, 5) Baik dalam wilayah keluarga maupun sosial. Bukankah, wanita juga memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki untuk mengenyam pendidikan dan berkontribusi dalam ranah sosial?

Bagi Suad, ikut andil dalam pergerakan sosial memang dianggap tidak lazim. Namun, sampai kapan hal semacam itu akan tetap berlangsung?  Sebagai wanita tentu memiliki rasa yang sama dengan kaum laki-laki untuk mewujudkan karirnya dalam ranah sosial. Ia, memulai memulai membangun kariernya sebagai aktifis dan tokoh politik berawal dari perkumpulan di dalam kampusnya. Yang akhirnya, menambah jaringan dengan para politisi, praktisi hukum, dan ahli sosial diluar kampus.

Hidup dalam budaya patriakhi tak dapat dipungkiri bahwa peran wanita sangat sempit. Bahkan, selalu tidak mendapatkan ruang untuk menentukan pilihan hidup yang sesuai dengan pilihannya. Bagi Suad, mengembangkan karier untuk menjadi politisi merupakan pilihan hidup yang tidak lazim khususnya di negara seperti Mesir. Ia pun terkadang harus melarikan diri dari tabiatnya sebagai seorang wanita. Demi, mengejar ambisi dan kariernya menjadi wakil rakyat tak ada yang mampu menghalanginya. Sekalipun keluaraganya. Setidaknya ada beberapa persoalan krusial yang menjadi tantangan bagi wanita karier. Terlebih, pasca membangun keluarga.

Setidaknya, ada beberapa tantangan berat yang harus dihadapi wanita dalam memperjuangkan kariernya sebagai tokoh pergerakan sosial. Terlebih, ketika si wanita sudah berkeluarga. Diantaranya, bertanggungjawab dalam urusan keluarga. Sebab, beban itu menjadi sebuah tuntutan dan kewajiban bagi kaum wanita dalam urusan mendidik dan bertanggungjawab kepada anak. Ironisnya, laki-laki menuntut sepenuhnya kepada wanita. Padahal, pelbagai masalah keluarga seperti anak merupakan tanggungjawab kedua belah pihak.

Kedua, sosial. Membangun hubungan sosial dengan masyarakat luas diluar merupakan hal terpenting bagi seorang aktifis. Untuk membangun jaringan. Stigma negatif masyarakat mengenai wanita di ruang publik selalu di penuhi muatan negatif dan kecurigaan. Tentunya, untuk mengembangkan jaringannnya menjadi susah. Bagi Suad, kehidupan pribadi dan rumah tangga tidak lebih mudah dibanding mengembangkan karier dan pekerjaan.

Namun, ia tak pernah kendur dalam berjuang menentukan kariernya du dunia perpolitikan. Salah satu capaian kesuksesan yang Suad raih saat mewujudkan kariernya yakni, menjadi salah satu anggota perwakilan rakyat dari kaum wanita. Walaupun, ia sempat mendapat pertentangan dari keluarga dan masyarakat namun ia telah mengukir sejarah dalam menciptakan kemerdekaan bagi “Mesir”negerinya. Pasalnya, selama berpuluh-puluh tahun di Mesir kaum wanita tidak pernah mendapatkan ruang gerak baik dalam keluarga maupun sosial.

Buku setebal 228 halaman ini, merupakan sebuah refleksi tuntutan kesetaraan jender, di kemas dalam bahasa sederhana dan mengesankan serta kaya akan muatan filsafat membuat pembaca mudah mencernanya. Sebagai buah dari andil pergerakan kaum wanita di Mesir, kini ruang gerak kebebasan wanita semakin terbuka. Selamat membaca!

Peresensi Ahmad Faozan, Bergiat di Renaisant Instute, Yogyakarta.