Senin, 08 Oktober 2012

Meneladani Pemimpin Inspiratif



Dimuat Okezone. com
Jum'at 5 Oktober 2012
 
Buku: Jokowi: Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi
Penulis: Zaenudin HM
Penerbit: Ufuk Press
Tahun: 1, Maret 2011
Tebal: 137 halaman
Harga: Rp39.000




Krisis keteladanan dari para pemimpin yang sedang di alami bangsa Indonesia membuat bangsa dan rakyat Indonesia kini semakin pesimis terhadap masa depan bangsa. Bahkan, publik pun semakin menunjukan sikap tidak mempercayai para pemimpinnya dengan berbagai luapan emosional. Padahal para pemimpin bangsa ini merupakan tumpuan dan harapan. Jika mereka bekerja hanya demi kepentingan sendiri, seperti korupsi tentunya membuat negeri ini semakin terpuruk. Bukankah, bangsa Indonesia sedang menantikan para pemimpin visioner, futuristik, dan realistis?

Buku kisah Walikota “Jokowi”yang Inspiratif ini, mencoba memotret kehidupannya. Sebagai sosok pemimpin yang sukses dan di cintai rakyatnya sosok Jokowi patut untuk di jadikan cermin bagi para pejabat yang ada di negeri ini. Menurut Zaenudin HM, di balik sikap Jokowi yang mengaku bodoh, tak punya tampang dan tak pantas menjadi pemimpin menyimpan rahasia besar. Pria kelahiran solo pada 21 Juni 1961 ini, juga memiliki  sikap sederhana selama menjabat Walikota. Bahkan, Jokowi tidak pernah mengambil gajinya.

Saat ini, adakah pejabat negara yang tulus mengabdi kepada bangsa dan rakyatnya? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang ditunjukan kepada para pejabat negara. Di tengah merosotnya kualitas dari kinerja para pejabat negara baik yang ada di pusat maupun daerah membuat negeri ini penuh dengan persoalan. Seharusnya mengabdi kepada bangsa dan negara dengan ketulusan.

Menurut Zaenudin, ada 8 sifat Jokowi yang menjadi kunci keberhasilannya sewaktu menjadi pemimpin di Solo. Pertama, pasion. Orang-orang sukses mencintai pekerjaannya, kedua, kerja. Orang-orang sukses bekerja sangat keras. Ketiga, fokus. Orang-orang sukses fokus pada satu hal. Keempat, motifasi. Orang-orang sukses selalu memacu diri mereka sendiri. Kelima, ide. Orang-orang sukses menghasilkan ide-ide bagus.

Keenam, pengembangan diri. Orang-orang sukses terus mengembangkan dirinya. Ketujuh, melayani. Orang-orang sukses melayani orang lain dengan nilai. Kedelapan, tekun. Orang-orang sukses tahan banting menjalani waktunya beproses, kegagalan, dan kemalangan.Dalam kondisi masa-masa sulit seperti sekarang ini, kehadiran pemimpin seperti Jokowi amat dibutuhkan bangsa ini. Kita pun berharap pemimpin-pemimpin seperti Jokowi bermunculan.

 Jika seorang Jokowi bisa membuktikan jiwa pengabdian bangsa dan rakyatnya, mengapa begitu banyak para elite pejabat di negeri ini yang justeru menyelewengkan kekuasaan? Penting sekiranya menjadi catatan bagi kita. Memang, Jokowi bukan tidak memiliki kelemahan dan kekurangan namun jauh lebih banyak kebaika-kebaikan yang dilakukannya. Sehingga, pantas untuk menjadi pemimpin yang harus di teladani.

Tidak dapat kita bayangkan, jika bangsa ini terus-terusan di pimpin oleh mereka para pemimpin yang egois dan tidak berpihak kepada kepntingan rakyat. Sudah pasti kehancuran, kebrobokan, dan ketertinggalan bangsa ini tinggal menunggu waktu saja. Sesungguhnya, pemimpin yang memiliki jiwa pengabdian dan ketulusan yang patut memimpin bangsa ini.

Hemat penulis, kunci kesuksesan Jokowi tidak terlepas dari kepiwainnya dalam mengembangkan leadership dengan baik dan benar. Selain itu, tepat sasaran. Sehingga, tugas dan kinerjanya sebagai pemimpin tercapai. Minimnya, krisis kepemimpinan yang sedang melanda bangsa ini membuat bangsa ini semakin terpuruk. Sebaliknya, hanya memunculkan tipikal-tipikal pemimpin bermental korup yang bermunculan. Bukankah, masyarakat sudah tidak butuh janji-janji kosong? Akhirnya, lewat buku setebal 137 halaman ini, menjadi informasi berharga bagi Anda yang penasaran terhadap kisah hidup Jokowi.

Diresensi Ahmad Faozan
Bergiat di Renaisant Institute, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar